Ringan di Lidah, Berat di Timbangan

Dalam banyak ayat Alquran, Allah SWT memerintahkan kepada umat Islam untuk senantiasa mengingat Allah (zikir) dalam setiap kesempatan. Di mana pun, kapan pun, dan dalam keadaan apa pun.

Tujuannya agar dalam setiap gerak dan aktivitas keseharian, kita  selalu ingat kepada Allah SWT. Di antara ayat Alquran itu terdapat dalam surah Ali Imran [3] ayat 190-191, QS al-Ahzab [33]: 41, al-Jumu’ah [62]: 10, dan lainnya.

Perintah Allah dalam QS [3]:190-191 menunjukkan, hanya orang-orang berzikir yang senantiasa memikirkan penciptaan langit dan bumi, serta terus berupaya memahami silih bergantinya siang dan malam. Mereka itulah yang disebut ulul albab, yakni orang-orang yang berakal.
READMORE
 

Amalan Ringan Pahala Besar, MAU...???

Pernah nonton Islam KTP, pasti udah tahu dong sama Madith Musyawarah, orang kaya yang suka ngitungin amal pahalanya pake ditulis segala di buku batik. Ada benernya juga sih kalo setiap amalan kita bakalan dapat pahala, tapi gak gitu juga kalie ye caranye, ditulis, diinget-inget, dihumbar pula, pamer lagi, hehe,... J alih2 pengen dapat pahala malah yang ada angus tuh pahala, mmm,... tulisan ini buat menyemangati kita nih, agar berbuat kebajikan, beramal, karena emang setiap amalan baik yang kita lakukan bakal diganjar pahala, yang buruk malah bikin dosa dong tentunya,  tapi soal keikhlasan, kita jaga masing2 deh ya,.. udah pada gede kan’ pasti pada ngerti gimana caranya menjaga keikhlasan.

Di antara nikmat Allah yang dianugerahkan kepada kita adalah bahwa setiap amalan yang diperintahkan kepada kita atau yang dilarang telah ditentukan pahala dan ganjarannya. Hal itu dikemas dalam bentuk anjuran, kabar gembira, atau bersegera agar diamalkan, yang terkadang dituturkan pada awal, pertengahan atau bahkan di akhir kalimat. Dan diantara kemuliaan Allah atas hamba-Nya adalah Dia melipatgandakan amal kebaikan sampai sepuluh bahkan tujuh ratus kali lipat. Pahala-pahala tersebut dapat dikelompokkan sesuai dengan kelipatan pahala dari amalan-amalan tertentu, antara lain: 
READMORE
 

Hubungan DOA dan Makanan Yang Kita Makan...

Doa adalah senjata kaum muslimin, apa jadinya bila senjata itu tumpul dan tidak mempan. Bagaimana senjata itu sekarang begitu tumpul dirasakan bahkan seorang ulama pun yang memegangnya tidak terasa apa apa. Ada apa dibalik tidak terkabulnya doa Manusia sekarang ?. Anda akan heran bagaimana doa seseorang tidak dapat dikabulkan justru karena sesuatu hal yang sebenarnya menurut kita sepele. Apakah Itu?

Tepat, Makanan yang kita makan ternyata sangat mempengaruhi kekuatan sebuah doa.

Doa akan sangat mudah sekali dikabulkan ketika hati kita bersih, Dan hati berhubungan dengan darah, sedangkan darah erat kaitannya dengan sesuatu yang kita makan dan kita pikirkan. Darah juga lah yang akan menjadi saksi syahid tidaknya seseorang. Anda Ingat para syahid yang darahnya terus mengucur segar ketika sudah meninggal lama?. Menurut anda bagaimana keadaan darahnya saat itu.
Benar, saat dalam situasi genting termasuk dimedan perang adalah saat yang paling bagus untuk darah seseorang, saat itu semua organ tubuh memaksimalkan kerjanya, apalagi tubuh jauh sekali dari makanan, saat itu tubuh juga jauh sekali dari senda gurau, jauh dari omongan yang tidak ada gunanya. Saya sangat menyarankan, buat para mujahidin, berdoalah tanpa keraguan, anda sedang dekat sekali dengan pencipta.

READMORE